Sabtu, 16 April 2016

Membaca pesan PKS di balik penunjukan Ledia Hanifa gantikan Fahri

Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) Partai Keadilan Sejahtera ajukan Ledia Hanifa untuk menukar posisi Fahri Hamzah sebagai Wakil Ketua DPR RI. Surat perubahan itu diserahkan F-PKS pada pimpinan DPR pada Rabu (6/4). Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman menyampaikan, mengajukan nama Ledia Hanifa sebagai pengganti Fahri ditetapkan dalam rapat Dewan Pimpinan Tingkat Pusat PKS. " Ledia Hanifa yang bakal menukar Fahri Hamzah, " kata Sohibul Iman lewat info tercatat, di Jakarta, Rabu (6/4). Sekarang ini Ledia menempati posisi Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI. Di DPP PKS, Ledia yang datang dari Dapil Kota Bandung serta Kota Cimahi ini menempati posisi Ketua Bagian Buruh, Petani, serta Nelayan. Direktur Centre for Indonesian Political Studies (CIPS), MA Hailuki menilainya, pilihan PKS pada Ledia Hanifa begitu menarik untuk dimaknai dalam beragam hal. Menurutnya, ada pesan-pesan tersirat yang menginginkan di sampaikan PKS pada umum serta beberapa kadernya. Terlebih, di PKS banyak kader-kader yang lebih senior di banding Ledia. " Pertama, sosok Ledia dilihat tak cuma untuk antitesis dari Fahri Hamzah, namun juga mewakili faksionalisasi di internal PKS. Ke-2, kita dapat perhatikan dengan cara resmi, manfaat PKS sebagai parpol sudah jalan mulai sejak lama, tak kekurangan kader lantaran Ledia terlebih dulu juga unsur pimpinan di komisi. Serta Ketiga, PKS tunjukkan progresivitas ideologi dimana gosip gender telah bukanlah lagi hal tabu atau haram mengangkat pemimpin wanita, " terang Luki dalam pembicaraan dengan merdeka. com, Kamis (7/6). Luki memberikan, ada maksud ganda yang menginginkan di sampaikan PKS dalam penunjukan Ledia. Melindungi soliditas internal lantaran dia dikira sebagai sosok netral dalam faksionalisais internal (faksi keadilan vs faksi sejahtera), lalu juga tanda progresivitas pada eksternal kalau PKS prinsip pada nilai-nilai demokrasi yakni equality (kesamaan hak). " Sosok Ledia tunjukkan kalau manfaat rekrutmen politik yang dikerjakan PKS sudah jalan mapan. Lalu, PKS juga menginginkan tunjukkan kalau manfaat parpol sebagai ingindali perseteruan dimana perseteruan berbentuk ketidaksamaan pendapat baik di tingkat akar rumput ataupun elite PKS dikendalikan dengan menimbulkan sosok baru yg tidak terstigma dalam satu diantara faksi bertikai di internal PKS, " terang Luki. Di mata Luki, sistem yang berlangsung di PKS sekarang ini pantas diapresiasi. " Sistem yang sekarang ini berlangsung bakal makin mematangkan kemampuan PKS sebagai satu diantara partai moderen di Indonesia, " ujarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar